ALḤAMDULILLAH DI DUNIA DAN AKHIRAT

Dengan Asma Allah Ar-Raḥmān Ar-Raḥīm.

ALḤAMDULILLAH PEMBUKA

Al-Imam Ibnu Katsir I berkata[a1]:

Segala puji hanya milik Allah yang mengawali KitabNya dengan pujian, lalu Dia berfirman:

Segala puji hanya milik Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik Hari Pembalasan. [Al-Fātiḥah(1):2–4]

ALḤAMDULILLAH KITAB YANG LURUS

Dan Allah Ta`ala berfirman[a2]:

Segala puji hanya milik Allah yang telah menurunkan Kitab kepada hambaNya dan Dia tidak menjadikannya bengkok.

Sebagai kitab yang lurus, untuk memperingatkan akan `adzab yang sangat keras dari sisiNya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal-amal shāliḥ bahwa bagi mereka pahala yang baik, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

Dan untuk memperingatkan orang-orang yang berkata:

Allah telah mengambil seorang anak.


Mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Mereka tidak mengatakan kecuali dusta. [Al-Kahf(18):1–5]

ALḤAMDULILLAH DI AWAL DAN AKHIR PENCIPTAAN

Dan Dia memulai penciptaanNya dengan pujian, lalu Dia Ta`ala berfirman[a3]:

Segala puji hanya milik Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan kegelapan-kegelapan dan cahaya. Kemudian orang-orang yang kafir kepada Rabb mereka mempersekutukanNya [Al-An`ām(6):1]

Dan Dia menutupnya dengan pujian. Dia berfirman setelah menyebutkan kesudahan para penghuni surga dan para penghuni neraka[a4]:

Dan engkau akan melihat para malaikat mengelilingi `Arsy, bertasbih dengan memuji Rabb mereka. Dan telah diputuskan perkara di antara mereka dengan benar, dan dikatakan:

Segala puji hanya milik Allah, Rabb seluruh alam. [Az-Zumar(39):75]

ALḤAMDULILLAH DI DUNIA DAN AKHIRAT

Oleh karena itu, Allah Ta`ala berfirman[a5]:

Dan Dialah Allah, tidak ada tuhan yang benar kecuali Dia. MilikNya segala puji di dunia dan di akhirat. MilikNya segala keputusan, dan kepadaNya kalian dikembalikan. [Al-Qashash(28):70]


Sebagaimana Allah Ta`ala berfirman:

Segala puji hanya milik Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan milikNya segala puji di akhirat. Dan Dia Maha Bijaksana, Maha Teliti. [Saba'(34):1]

Maka milikNya segala puji di dunia dan di akhirat, yaitu dalam seluruh apa yang telah Dia ciptakan dan apa yang Dia ciptakan. Dialah yang dipuji dalam semua itu, sebagaimana orang yang sedang shalat mengucapkan[a6]:

Ya Allah, Rabb kami, milikMu segala puji, sepenuh langit, sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki setelah itu.

Oleh karena itu, penghuni surga diilhami untuk bertasbih dan memujiNya sebagaimana mereka diilhami untuk bernapas, yaitu mereka bertasbih kepadaNya dan memujiNya sebanyak jumlah napas mereka, karena apa yang mereka lihat berupa besarnya nikmatNya kepada mereka, kesempurnaan kekuasaanNya, kebesaran kerajaanNya, terus-menerusnya karuniaNya, dan senantiasaNya kebaikanNya kepada mereka.

Sebagaimana Allah Ta`ala berfirman[a7]:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shāliḥ, Rabb mereka memberi petunjuk kepada mereka dengan keimanan mereka. Mengalir di bawah mereka sungai-sungai di dalam surga-surga kenikmatan.

Doa mereka di dalamnya adalah:

Maha Suci Engkau, ya Allah,


dan penghormatan mereka di dalamnya adalah:

Salām.


Dan akhir doa mereka adalah:

Segala puji hanya milik Allah, Rabb seluruh alam.


[Yunus(10):9–10]

lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh
Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.

allāhu wa rosūluhu a`lam
Allah dan RasulNya lebih mengetahui.

REFERENSI

AL-QUR’ĀN


QS. Al-Fātiḥah (1) : 2-4
الۡحَمۡدُ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعَالَمِينَ٢ الرَّحۡمَٰنِ الرَّحِيمِ٣ مَالِكِ يَوۡمِ الدِّينِ٤
al-ḥamdu lillāhi robbil-`ālamīn [1]. ar-roḥmānir-roḥīm [2]. māliki yaumid-dīn [3].

Segala puji hanya milik Allah, Tuhan seluruh alam [1]. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang [2]. Pemilik Hari Pembalasan [3].


QS. Al-Kahf (18) : 1-5
الۡحَمۡدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَنۡزَلَ عَلَىٰ عَبۡدِهِ الۡكِتَابَ وَلَمۡ يَجۡعَلۡ لَهُ عِوَجٗا١ قَيِّمٗا لِّيُنۡذِرَ بَأۡسٗا شَدِيدٗا مِن لَّدُنۡهُ وَيُبَشِّرَ الۡمُؤۡمِنِينَ الَّذِينَ يَعۡمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرًا حَسَنٗا٢ مَّاكِثِينَ فِيهِ أَبَدٗا٣ وَيُنۡذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدٗا٤ مَّا لَهُم بِهِ مِنۡ عِلۡمٖ وَلَا لِآبَائِهِمۡ كَبُرَتۡ كَلِمَةٗ تَخۡرُجُ مِنۡ أَفۡوَاهِهِمۡ إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبٗا٥
al-ḥamdu lillāhilladzī anzala `alā `abdihil-kitāba wa lam yaj`al lahu `iwajā(n) [1]. qoyyiman liyundziro ba’san syadīdan min ladunhu wa yubasysyirol-mu’minīn(a), alladzīna ya`malūnash-shōliḥāti anna lahum ajron ḥasanā(n) [2]. mākitsīna fīhi abadā(n) [3]. wa yundzirolladzīna qōluttakhodzallāhu waladā(n) [4]. mā lahum bihi min `ilmin wa lā li-ābā’ihim, kaburot kalimatan takhruju min afwāhihim in yaqūlūna illā kadzibā(n) [5].

Segala puji hanya milik Allah yang telah menurunkan Kitab kepada hambaNya dan Dia tidak menjadikannya bengkok [1].

Sebagai kitab yang lurus, untuk memperingatkan akan adzab yang sangat keras dari sisiNya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal-amal shāliḥ bahwa bagi mereka pahala yang baik [2]. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya [3].

Dan untuk memperingatkan orang-orang yang berkata: “Allah telah mengambil seorang anak” [4]. Mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Mereka tidak mengatakan kecuali dusta [5].


QS. Al-An`ām (6) : 1

الۡحَمۡدُ لِلّٰهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَٰوَٰتِ وَالۡأَرۡضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَٰتِ وَالنُّورَۖ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمۡ يَعۡدِلُونَ١

al-ḥamdu lillāhil-ladzī kholaqos-samāwāti wal-ardho wa ja`alazh-zhulumāti wan-nūr(a), tsummal-ladzīna kafarū birobbihim ya`dilūn(a)

Segala puji hanya milik Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan kegelapan-kegelapan dan cahaya. Sungguh pun demikian, orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.


QS. Az-Zumar (39) : 75

وَتَرَى الۡمَلَـٰٓئِكَةَ حَآفِّينَ مِنۡ حَوۡلِ الۡعَرۡشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمۡدِ رَبِّهِمۡۚ وَقُضِيَ بَيۡنَهُم بِالۡحَقِّۚ وَقِيلَ الۡحَمۡدُ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعَٰلَمِينَ٧٥

wa tarol-malā’ikata ḥāffīna min ḥaulil-`arsyi yusabbiḥūna biḥamdi robbihim, wa qudhiya bainahum bil-ḥaqqi wa qīlal-ḥamdu lillāhi robbil-`ālamīn(a)

Engkau (Muḥammad) akan melihat malaikat melingkar di sekeliling `Arasy. Mereka bertasbih sambil memuji Tuhannya. (Urusan) di antara mereka diputuskan dengan hak (adil). (Ketika itu) dikatakan, “Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.”


QS. Al-Qashash (28) : 70

وَهُوَ اللّٰهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ لَهُ الۡحَمۡدُ فِي الۡأُولَىٰ وَالۡأٓخِرَةِۖ وَلَهُ الۡحُكۡمُ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ٧٠

wa huwallāhu lā ilāha illā huw(a), lahul-ḥamdu fil-ūlā wal-ākhiroh(ti), wa lahul-ḥukmu wa ilaihi turja`ūn(a)

Dialah Allah, tidak ada tuhan (yang benar) selain Dia. MilikNya segala puji di dunia dan di akhirat dan milikNya (pula) segala putusan. Hanya kepadaNya kamu dikembalikan.


QS. Saba’ (34) : 1

الۡحَمۡدُ لِلّٰهِ الَّذِي لَهُۥ مَا فِي السَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي الۡأَرۡضِ وَلَهُ الۡحَمۡدُ فِي الۡأٓخِرَةِۚ وَهُوَ الۡحَكِيمُ الۡخَبِيرُ١

al-ḥamdu lillāhil-ladzī lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-ardhi wa lahul-ḥamdu fil-ākhiroh(ti), wa huwal-ḥakīmul-khobīr(u)

Segala puji hanya milik Allah yang memiliki segala yang di langit dan yang di bumi serta milikNya segala puji di akhirat. Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Teliti.


QS. Yūnus (10) : 9-10

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهۡدِيهِمۡ رَبُّهُمۡ بِإِيمَانِهِمۡ تَجۡرِي مِنۡ تَحۡتِهِمُ الۡأَنۡهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ٩ دَعۡوَاهُمۡ فِيهَا سُبۡحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمۡ فِيهَا سَلَامٌ وَآخِرُ دَعۡوَاهُمۡ أَنِ الۡحَمۡدُ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعَالَمِينَ١٠

innalladzīna āmanū wa `amilūsh-shōliḥāti yahdīhim robbuhum bi-īmānihim tajrī min taḥtihim al-anhāru fī jannāti an-na`īm [9]. da`wāhum fīhā subḥānakallāhumma wa taḥiyyatuhum fīhā salāmun wa ākhiru da`wāhum anil-ḥamdu lillāhi robbil-`ālamīn [10].

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shāliḥ, Rabb mereka memberi petunjuk kepada mereka dengan keimanan mereka. Mengalir di bawah mereka sungai-sungai di dalam surga-surga kenikmatan [9].

Doa mereka di dalamnya adalah: “Maha Suci Engkau, ya Allah”, dan penghormatan mereka di dalamnya adalah: “Salām”. Dan akhir doa mereka adalah: “Segala puji hanya milik Allah, Rabb seluruh alam.” [10]

AL-`ULAMĀ’

IBNU KATSIR I

Tafsir Ibnu Katsir
(تفسير ابن كثير – ط العلمية)
Hal. 7 Edisi `Alamiyyah
بِسۡمِ اللّٰهِ الرَّحۡمَٰنِ الرَّحِيمِ


[[مُقَدِّمَةُ الۡمُؤَلِّفِ]]

(قَالَ الشَّيۡخُ الۡإِمَامُ الۡأَوۡحَدُ، الۡبَارِعُ الۡحَافِظُ الۡمُتۡقِنُ، عِمَادُ الدِّينِ أَبُو الۡفِدَاءِ: إِسۡمَاعِيلُ ابۡنُ الۡخَطِيبِ أَبِي حَفۡصٍ عُمَرَ بۡنِ كَثِيرٍ، الشَّافِعِيُّ، رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالَى وَرَضِيَ عَنۡهُ).

الۡحَمۡدُ لِلّٰهِ الَّذِي افۡتَتَحَ كِتَابَهُ بِالۡحَمۡدِ فَقَالَ: ﴿الۡحَمۡدُ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعَالَمِينَ٢ الرَّحۡمَٰنِ الرَّحِيمِ٣ مَالِكِ يَوۡمِ الدِّينِ٤﴾ [الۡفَاتِحَةِ:٢-٤].
bismillāhir-roḥmānir-roḥīm

[[muqoddimatul-mu’allif]]

(qōlasy-syaikhul-imāmul-auḥad, al-bāri`ul-ḥāfizhul-mutqin, `imādud-dīn abul-fidā’: ismā`īlu ibnul-khothīb abī ḥafsh `umar ibni katsīr, asy-syāfi`ī, roḥimahullāhu ta`ālā wa rodhiya `anhu).

al-ḥamdu lillāhilladzī iftataḥa kitābahu bil-ḥamdi faqōl: ﴾al-ḥamdu lillāhi robbil-`ālamīn. ar-roḥmānir-roḥīm. māliki yaumid-dīn﴿ [al-fātiḥah:2-4]

Dengan Asma Allah Ar-Raḥmān Ar-Raḥīm.

[[Pendahuluan Penulis]]

(Syekh, imam yang tunggal dalam keutamaannya, yang cakap, ḥāfizh, dan mutqin (sangat teliti), `Imāduddīn Abul-Fidā’: Ismā`īl bin Al-Khatīb Abu Ḥafsh `Umar bin Katsīr, Asy-Syāfi`ī, semoga Allah Ta`ala meraḥmati dan meridhainya).

Segala puji hanya milik Allah yang mengawali KitabNya dengan pujian, lalu Dia berfirman:

Segala puji hanya milik Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik Hari Pembalasan. [Al-Fātiḥah:2–4]


Tafsir Ibnu Katsir
(تفسير ابن كثير – ط العلمية)
Hal. 7 Edisi `Alamiyyah
وَقَالَ تَعَالَى: ﴿الۡحَمۡدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَنۡزَلَ عَلَىٰ عَبۡدِهِ الۡكِتَابَ وَلَمۡ يَجۡعَلۡ لَهُ عِوَجٗا١ قَيِّمٗا لِّيُنۡذِرَ بَأۡسٗا شَدِيدٗا مِن لَّدُنۡهُ وَيُبَشِّرَ الۡمُؤۡمِنِينَ الَّذِينَ يَعۡمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرًا حَسَنٗا٢ مَّاكِثِينَ فِيهِ أَبَدٗا٣ وَيُنۡذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدٗا٤ مَّا لَهُم بِهِ مِنۡ عِلۡمٖ وَلَا لِآبَائِهِمۡ كَبُرَتۡ كَلِمَةٗ تَخۡرُجُ مِنۡ أَفۡوَاهِهِمۡ إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبٗا٥﴾ [الۡكَهۡفِ:١-٥]
waqōla ta`ālā: ﴾al-ḥamdu lillāhilladzī anzala `alā `abdihil-kitāba wa lam yaj`al lahu `iwajā(n). qoyyiman liyundziro ba’san syadīdan min ladunhu wa yubasysyirol-mu’minīn(a), alladzīna ya`malūnash-shōliḥāti anna lahum ajron ḥasanā(n) mākitsīna fīhi abadā(n). wa yundzirolladzīna qōluttakhodzallāhu waladā(n). mā lahum bihi min `ilmin wa lā li-ābā’ihim, kaburot kalimatan takhruju min afwāhihim in yaqūlūna illā kadzibā(n)﴿ [al-kahf:1-5]

Dan Allah Ta`ala berfirman:

Segala puji hanya milik Allah yang telah menurunkan Kitab kepada hambaNya dan Dia tidak menjadikannya bengkok.

Sebagai kitab yang lurus, untuk memperingatkan akan adzab yang sangat keras dari sisiNya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal-amal shāliḥ bahwa bagi mereka pahala yang baik, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

Dan untuk memperingatkan orang-orang yang berkata:

Allah telah mengambil seorang anak.


Mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Mereka tidak mengatakan kecuali dusta. [Al-Kahf:1–5]


Tafsir Ibnu Katsir
(تفسير ابن كثير – ط العلمية)
Hal. 7 Edisi `Alamiyyah
وَافۡتَتَحَ خَلۡقَهُ بِالۡحَمۡدِ فَقَالَ تَعَالَى: ﴿الۡحَمۡدُ لِلّٰهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالۡأَرۡضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمۡ يَعۡدِلُونَ﴾ [الۡأَنۡعَامِ:١]
waftataḥa kholqohu bil-ḥamdi faqōla ta`ālā: ﴾al-ḥamdu lillāhilladzī kholaqos-samāwāti wal-ardho wa ja`alazh-zhulumāti wan-nūro tsummalladzīna kafarū birobbihim ya`dilūn﴿ [al-an`ām:1]

Dan Dia memulai penciptaanNya dengan pujian, lalu Dia Ta`ala berfirman:

Segala puji hanya milik Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan kegelapan-kegelapan dan cahaya. Kemudian orang-orang yang kafir kepada Rabb mereka mempersekutukanNya. [Al-An`ām:1]


Tafsir Ibnu Katsir
(تفسير ابن كثير – ط العلمية)
Hal. 7 Edisi `Alamiyyah
وَاخۡتَتَمَهُ بِالۡحَمۡدِ فَقَالَ بَعۡدَ مَا ذَكَرَ مَآلَ أَهۡلِ الۡجَنَّةِ وَأَهۡلِ النَّارِ ﴿وَتَرَى الۡمَلَائِكَةَ حَافِّينَ مِنۡ حَوۡلِ الۡعَرۡشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمۡدِ رَبِّهِمۡ وَقُضِيَ بَيۡنَهُم بِالۡحَقِّ وَقِيلَ الۡحَمۡدُ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعَالَمِينَ﴾ [الزُّمَرِ:٧٥]
wakhtatamahu bil-ḥamdi faqōla ba`da mā dzakaro ma’āla ahli al-jannati wa ahli an-nāri ﴾wa tarō al-malā’ikata ḥāffīna min ḥauli al-`arsyi yusabbiḥūna biḥamdi robbihim wa qudhiya bainahum bil-ḥaqqi wa qīlal-ḥamdu lillāhi robbil-`ālamīn﴿ [az-zumar:75]

Dan Dia menutupnya dengan pujian. Dia berfirman setelah menyebutkan kesudahan para penghuni surga dan para penghuni neraka:

Dan engkau akan melihat para malaikat mengelilingi `Arsy, bertasbih dengan memuji Rabb mereka. Dan telah diputuskan perkara di antara mereka dengan benar, dan dikatakan:

Segala puji hanya milik Allah, Rabb seluruh alam. [Az-Zumar:75]


Tafsir Ibnu Katsir
(تفسير ابن كثير – ط العلمية)
Hal. 7 Edisi `Alamiyyah
وَلِهَٰذَا قَالَ تَعَالَى: ﴿وَهُوَ اللّٰهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الۡحَمۡدُ فِي الۡأُولَىٰ وَالۡآخِرَةِ وَلَهُ الۡحُكۡمُ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ﴾ [الۡقَصَصِ:٧٠] كَمَا قَالَ تَعَالَى: ﴿الۡحَمۡدُ لِلّٰهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الۡأَرۡضِ وَلَهُ الۡحَمۡدُ فِي الۡآخِرَةِ وَهُوَ الۡحَكِيمُ الۡخَبِيرُ﴾ [سَبَإٍ:١]
wa lihādzā qōla ta`ālā: ﴾wa huwallāhu lā ilāha illā huwa lahul-ḥamdu fīl-ūlā wal-ākhirit(i), wa lahul-ḥukmu wa ilaihi turja`ūn﴿ [al-qoshosh:70] kamā qōla ta`ālā: ﴾al-ḥamdu lillāhi alladzī lahu mā fīs-samāwāti wa mā fī al-ardhi wa lahul-ḥamdu fīl-ākhiroti wa huwal-ḥakīmul-khobīr﴿ [saba’:1]

Oleh karena itu, Allah Ta`ala berfirman:

Dan Dialah Allah, tidak ada tuhan yang benar kecuali Dia. MilikNya segala puji di dunia dan di akhirat. MilikNya segala keputusan, dan kepadaNya kalian dikembalikan. [Al-Qashash:70]


Sebagaimana Allah Ta`ala berfirman:

Segala puji hanya milik Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan milikNya segala puji di akhirat. Dan Dia Maha Bijaksana, Maha Teliti. [Saba’:1]


Tafsir Ibnu Katsir
(تفسير ابن كثير – ط العلمية)
Hal. 7 Edisi `Alamiyyah
فَلَهُ الۡحَمۡدُ فِي الۡأُولَىٰ وَالۡآخِرَةِ أَيۡ فِي جَمِيعِ مَا خَلَقَ وَمَا هُوَ خَالِقٌ، هُوَ الۡمَحۡمُودُ فِي ذَٰلِكَ كُلِّهِ كَمَا يَقُولُ الۡمُصَلِّي «اللّٰهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الۡحَمۡدُ، مِلۡءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلۡءَ الۡأَرۡضِ، وَمِلۡءَ مَا شِئۡتَ مِنۡ شَيۡءٍ بَعۡدُ»
fa lahul-ḥamdu fī al-ūlā wal-ākhiroti ai fī jamī`i mā kholaqo wa mā huwa khōliqun, huwal-maḥmūdu fī dzālika kullihi kamā yaqūlu al-mushollī «allāhumma robbanā lakal-ḥamdu, mil’as-samāwāti wa mil’al-ardhi, wa mil’a mā syi’ta min syai’in ba`du»

Maka milikNya segala puji di dunia dan di akhirat, yaitu dalam seluruh apa yang telah Dia ciptakan dan apa yang Dia ciptakan. Dialah yang dipuji dalam semua itu, sebagaimana orang yang sedang shalat mengucapkan:

Ya Allah, Rabb kami, milikMu segala puji, sepenuh langit, sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki setelah itu.


Tafsir Ibnu Katsir
(تفسير ابن كثير – ط العلمية)
Hal. 7 Edisi `Alamiyyah
وَلِهَٰذَا يُلۡهِمُ أَهۡلَ الۡجَنَّةِ تَسۡبِيحَهُ وَتَحۡمِيدَهُ كَمَا يُلۡهَمُونَ النَّفَسَ أَيۡ يُسَبِّحُونَهُ وَيَحۡمَدُونَهُ عَدَدَ أَنۡفَاسِهِمۡ، لِمَا يَرَوۡنَ مِنۡ عَظِيمِ نِعَمِهِ عَلَيۡهِمۡ، وَكَمَالِ قُدۡرَتِهِ وَعَظِيمِ سُلۡطَانِهِ وَتَوَالِي مِنَنِهِ وَدَوَامِ إِحۡسَانِهِ إِلَيۡهِمۡ كَمَا قَالَ تَعَالَى:

﴿إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهۡدِيهِمۡ رَبُّهُمۡ بِإِيمَانِهِمۡ تَجۡرِي مِنۡ تَحۡتِهِمُ الۡأَنۡهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ٩ دَعۡوَاهُمۡ فِيهَا سُبۡحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمۡ فِيهَا سَلَامٌ وَآخِرُ دَعۡوَاهُمۡ أَنِ الۡحَمۡدُ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعَالَمِينَ١٠﴾ [يُونُسَ:٩-١٠].
wa lihādzā yulhimu ahla al-jannati tasbīḥahu wa taḥmīdahu kamā yulhamūna an-nafasa ai yusabbiḥūnahu wa yaḥmadūnahu `adada anfāsihim, limā yarouna min `azhīmi ni`amihi `alaihim, wa kamāli qudrotihi wa `azhīmi sulthōnihi wa tawālī minanihi wa dawāmi iḥsānihi ilaihim kamā qōla ta`ālā:

﴾innalladzīna āmanū wa `amilūsh-shōliḥāti yahdīhim robbuhum bi-īmānihim tajrī min taḥtihim al-anhāru fī jannāti an-na`īm. da`wāhum fīhā subḥānakallāhumma wa taḥiyyatuhum fīhā salāmun wa ākhiru da`wāhum anil-ḥamdu lillāhi robbil-`ālamīn﴿ [yūnus:9-10].

Oleh karena itu, penghuni surga diilhami untuk bertasbih dan memujiNya sebagaimana mereka diilhami untuk bernapas, yaitu mereka bertasbih kepadaNya dan memujiNya sebanyak jumlah napas mereka, karena apa yang mereka lihat berupa besarnya nikmatNya kepada mereka, kesempurnaan kekuasaanNya, kebesaran kerajaanNya, terus-menerusnya karuniaNya, dan senantiasaNya kebaikanNya kepada mereka.

Sebagaimana Allah Ta`ala berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shāliḥ, Rabb mereka memberi petunjuk kepada mereka dengan keimanan mereka. Mengalir di bawah mereka sungai-sungai di dalam surga-surga kenikmatan.

Doa mereka di dalamnya adalah:

Maha Suci Engkau, ya Allah,


dan penghormatan mereka di dalamnya adalah:

Salām.


Dan akhir doa mereka adalah:

Segala puji hanya milik Allah, Rabb seluruh alam.


[Yunus:9–10]