PENYAMPAI RISALAH
ALLAH MENGUTUS PARA RASUL
Dan segala puji bagi Allah yang telah mengutus para rasulNya[a1]
…sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, agar manusia tidak memiliki alasan untuk membantah Allah setelah diutusnya para rasul. [An-Nisā'(4):165]
Dan Dia menutup para rasul dengan Nabi yang ummī, berbangsa Arab, berasal dari Makkah, yang menunjukkan kepada jalan-jalan yang paling jelas. Dia mengutus beliau kepada seluruh makhlukNya, dari kalangan manusia dan jin, sejak diutusnya beliau hingga Hari Kiamat.
Sebagaimana Allah Ta`ala berfirman:
Katakanlah, “Wahai manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua, Allah yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Tidak ada tuhan yang benar kecuali Dia. Dia menghidupkan dan mematikan. Maka berimanlah kepada Allah dan RasulNya, Nabi yang ummī, yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimatNya. Ikutilah dia agar kalian mendapat petunjuk”. [Al-A`rāf(7):158]
Dan Allah Ta`ala berfirman:
Agar aku memperingatkan kalian dengannya dan orang-orang yang sampai kepadanya (Al-Qur’an). [Al-An`ām(6):19]
Maka siapa pun yang sampai kepadanya Al-Qur’ān ini[a2], baik orang Arab maupun `Ajam (non-Arab), orang berkulit hitam maupun berkulit merah, manusia maupun jin, maka Al-Qur’ān itu merupakan pemberi peringatan baginya.
Oleh karena itu, Allah Ta`ala berfirman:
Dan barang siapa di antara golongan-golongan itu mengingkarinya, maka nerakalah tempat yang dijanjikan baginya. [Hūd(11):17]
Maka siapa pun yang telah kita sebutkan, jika ia mengingkari Al-Qur’ān, nerakalah tempat yang dijanjikan baginya, berdasarkan firman Allah Ta`ala yang tegas.
Sebagaimana Allah Ta`ala berfirman:
Maka biarkanlah Aku bersama orang-orang yang mendustakan berita ini. Kelak akan Kami tarik mereka sedikit demi sedikit menuju kebinasaan dari arah yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. [Al-Qalam(68):44]
Rasulullah C bersabda:
Aku diutus kepada yang berkulit merah dan yang berkulit hitam.
Mujahid berkata,
Maksudnya adalah manusia dan jin.
Maka beliau —semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya— adalah utusan Allah kepada seluruh dua golongan makhluk (manusia dan jin), yang menyampaikan kepada mereka dari Allah Ta`ala apa yang diwahyukan kepada beliau dari Kitab yang mulia ini, yang
…tidak didatangi kebathilan, baik dari depan maupun dari belakangnya. (Ia adalah) wahyu yang diturunkan dari Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. [Fushshilat(41):42]
MEMAHAMI AL-QUR’AN
Dan sungguh[a3], melalui Al-Qur’an itu beliau memberitahukan kepada mereka dari Allah Ta`ala bahwa Allah menganjurkan mereka untuk memahaminya secara mendalam.
Maka Allah Ta`ala berfirman:
Maka tidakkah mereka merenungkan Al-Qur’an? Sekiranya Al-Qur’an itu berasal dari selain Allah, niscaya mereka akan menemukan banyak pertentangan di dalamnya. [An-Nisā'(4):82]
Dan Allah Ta`ala berfirman:
Kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh berkah, agar mereka merenungkan ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. [Shād(38):29]
Dan Allah Ta`ala berfirman:
Maka tidakkah mereka merenungkan Al-Qur’an, ataukah hati mereka telah terkunci? [Muḥammad(47):24]
KEWAJIBAN PARA `ULAMĀ’
Maka[a4], yang wajib atas para `ulama’ adalah menyingkap makna-makna firman Allah dan menafsirkannya, mencarinya dari sumber-sumbernya, mempelajarinya dan mengajarkannya, sebagaimana Allah Ta`ala berfirman:
Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari orang-orang yang telah diberi Kitāb, (yaitu), “Hendaklah kamu benar-benar menerangkannya kepada manusia dan janganlah kamu menyembunyikannya,” lalu mereka melemparkannya ke belakang punggung mereka dan menjualnya dengan harga yang murah. Maka, amat buruk jual beli yang mereka lakukan. [Āli `Imrān(3):187]
Dan Allah Ta`ala berfirman:
Sesungguhnya orang-orang yang membeli janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan berbicara kepada mereka, tidak akan melihat mereka pada Hari Kiamat, tidak akan menyucikan mereka, dan bagi mereka `adzab yang pedih. [Āli `Imrān(3):77]
Maka Allah Ta`ala mencela Ahli Kitab sebelum kita karena mereka berpaling dari Kitab Allah yang diturunkan kepada mereka, mengarahkan perhatian kepada dunia dan mengumpulkannya, serta menyibukkan diri dengan selain apa yang diperintahkan kepada mereka, yaitu mengikuti Kitab Allah.
Maka, wahai kaum Muslimin[a5], hendaklah kita berhenti dari hal yang Allah Ta`ala cela pada mereka, dan hendaklah kita melaksanakan apa yang Dia perintahkan kepada kita, yaitu mempelajari Kitab Allah yang diturunkan kepada kita, mengajarkannya, memahaminya, dan membuat orang lain memahaminya.
Allah Ta`ala berfirman:
Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk secara khusyuk mengingat Allah dan (mematuhi) kebenaran yang telah diturunkan (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang telah menerima Kitab sebelumnya, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka adalah orang-orang fasik.
Ketahuilah bahwa Allah menghidupkan bumi setelah matinya. Sungguh, telah Kami jelaskan kepadamu tanda-tanda (kebesaran Kami) agar kamu mengerti. [Al-Ḥadīd(57):16–17]
Penyebutan ayat ini oleh Allah Ta`ala setelah ayat sebelumnya merupakan peringatan bahwa sebagaimana Dia menghidupkan bumi setelah matinya, demikian pula Dia melembutkan hati dengan iman dan petunjuk setelah hati itu menjadi keras akibat dosa-dosa dan kemaksiatan.
Allah-lah yang diharapkan dan dimohon agar melakukan hal ini kepada kita. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia.
lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh
Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.
allāhu wa rosūluhu a`lam
Allah dan RasulNya lebih mengetahui.
REFERENSI
AL-QUR’ĀN
(Kami mengutus) rasul-rasul sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu (diutus). Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Katakanlah (Nabi Muḥammad), “Wahai manusia, sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak ada tuhan (yang benar) selain Dia, serta Yang menghidupkan dan mematikan. Maka, berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya, (yaitu) nabi yang ummi (tidak pandai baca tulis) yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimatNya. Ikutilah dia agar kamu mendapat petunjuk.”
قُلۡ أَيُّ شَيۡءٍ أَكۡبَرُ شَهَٰدَةٗۖ قُلِ اللّٰهُۖ شَهِيدُۢ بَيۡنِي وَبَيۡنَكُمۡۚ وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَٰذَا الۡقُرۡءَانُ لِأُنذِرَكُم بِهِۦ وَمَنۢ بَلَغَۚ أَئِنَّكُمۡ لَتَشۡهَدُونَ أَنَّ مَعَ اللّٰهِ ءَالِهَةً أُخۡرَىٰۚ قُل لَّآ أَشۡهَدُۚ قُلۡ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ وَإِنَّنِي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ١٩
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang lebih kuat kesaksiannya?” Katakanlah, “Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengan itu aku mengingatkan kamu dan orang yang sampai (Al-Qur’an kepadanya). Apakah kamu benar-benar bersaksi bahwa ada tuhan-tuhan lain selain Allah?” Katakanlah, “Aku tidak bersaksi.” Katakanlah, “Sesungguhnya Dialah Tuhan Yang Maha Esa dan aku lepas tangan dari apa yang kamu persekutukan.”
أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّهِۦ وَيَتۡلُوهُ شَاهِدٞ مِّنۡهُ وَمِن قَبۡلِهِۦ كِتَٰبُ مُوسَىٰٓ إِمَامٗا وَرَحۡمَةًۚ أُوْلَـٰٓئِكَ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦۚ وَمَن يَكۡفُرۡ بِهِۦ مِنَ الۡأَحۡزَابِ فَالنَّارُ مَوۡعِدُهُۥۚ فَلَا تَكُ فِي مِرۡيَةٖ مِّنۡهُۚ إِنَّهُ الۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ النَّاسِ لَا يُؤۡمِنُونَ١٧
Apakah orang yang sudah mempunyai bukti yang nyata (Al-Qur’an) dari Tuhannya, diikuti oleh saksi352) dari-Nya, dan sebelumnya sudah ada pula Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat; mereka beriman kepadanya (sama dengan orang kafir yang hanya menginginkan kehidupan dunia)? Siapa yang mengingkarinya (Al-Qur’an) dari golongan-golongan (penentang Rasulullah), nerakalah tempat kembalinya. Oleh karena itu, janganlah engkau ragu terhadap Al-Qur’an. Sesungguhnya ia (Al-Qur’an) itu kebenaran dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.
فَذَرۡنِي وَمَن يُكَذِّبُ بِهَٰذَا الۡحَدِيثِۖ سَنَسۡتَدۡرِجُهُم مِّنۡ حَيۡثُ لَا يَعۡلَمُونَ٤٤
Biarkan Aku bersama orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Qur’an). Kelak akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (menuju kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui.
لَّا يَأۡتِيهِ الۡبَٰطِلُ مِنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَلَا مِنۡ خَلۡفِهِۦۖ تَنزِيلٞ مِّنۡ حَكِيمٍ حَمِيدٖ٤٢
Tidak ada kebatilan yang mendatanginya, baik dari depan maupun dari belakang.672) (Al-Qur’an itu adalah) kitab yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الۡقُرۡءَانَۚ وَلَوۡ كَانَ مِنۡ عِندِ غَيۡرِ اللّٰهِ لَوَجَدُواْ فِيهِ اخۡتِلَٰفٗا كَثِيرٗا٨٢
Tidakkah mereka menadaburi Al-Qur’an? Seandainya (Al-Qur’an) itu tidak datang dari sisi Allah, tentulah mereka menemukan banyak pertentangan di dalamnya.
كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ الۡأَلۡبَٰبِ٢٩
(Al-Qur’an ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu (Nabi Muhammad) yang penuh berkah supaya mereka menghayati ayat-ayatnya dan orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الۡقُرۡءَانَ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَآ٢٤
Tidakkah mereka merenungkan Al-Qur’an ataukah hati mereka sudah terkunci?
وَإِذۡ أَخَذَ اللّٰهُ مِيثَٰقَ الَّذِينَ أُوتُواْ الۡكِتَٰبَ لَتُبَيِّنُنَّهُۥ لِلنَّاسِ وَلَا تَكۡتُمُونَهُۥ فَنَبَذُوهُ وَرَآءَ ظُهُورِهِمۡ وَاشۡتَرَوۡاْ بِهِۦ ثَمَنٗا قَلِيلٗاۖ فَبِئۡسَ مَا يَشۡتَرُونَ١٨٧
(Ingatlah) ketika Allah membuat perjanjian dengan orang-orang yang telah diberi Alkitab (dengan berfirman), “Hendaklah kamu benar-benar menerangkan (isi Alkitab itu) kepada manusia dan janganlah kamu menyembunyikannya.” Lalu, mereka melemparkannya (janji itu) ke belakang punggung mereka (mengabaikannya) dan menukarnya dengan harga yang murah. Maka, itulah seburuk-buruk jual beli yang mereka lakukan.
إِنَّ الَّذِينَ يَشۡتَرُونَ بِعَهۡدِ اللّٰهِ وَأَيۡمَٰنِهِمۡ ثَمَنٗا قَلِيلًا أُوْلَـٰٓئِكَ لَا خَلَٰقَ لَهُمۡ فِي الۡأٓخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللّٰهُ وَلَا يَنظُرُ إِلَيۡهِمۡ يَوۡمَ الۡقِيَٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمۡ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ٧٧
Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.
۞أَلَمۡ يَأۡنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَن تَخۡشَعَ قُلُوبُهُمۡ لِذِكۡرِ اللّٰهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الۡحَقِّ وَلَا يَكُونُواْ كَالَّذِينَ أُوتُواْ الۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلُ فَطَالَ عَلَيۡهِمُ الۡأَمَدُ فَقَسَتۡ قُلُوبُهُمۡۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ فَٰسِقُونَ١٦ اعۡلَمُوٓاْ أَنَّ اللّٰهَ يُحۡيِ الۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَاۚ قَدۡ بَيَّنَّا لَكُمُ الۡأٓيَٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ١٧
Apakah belum tiba waktunya bagi orang-orang yang beriman agar hati mereka khusyuk mengingat Allah dan apa yang turun dari kebenaran (Al-Qur’an). Janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Banyak di antara mereka adalah orang-orang fasik. Ketahuilah bahwa Allah menghidupkan bumi setelah matinya (kering). Sungguh, telah Kami jelaskan kepadamu tanda-tanda (kebesaran Kami) agar kamu mengerti.
AL-`ULAMĀ’
IBNU KATSIR I
wal-ḥamdu lillāhilladzī arsala rusulahu ﴾mubasysyirīna wa mundzirīna li-allā yakūna lin-nāsi `alāllāhi ḥujjatun ba`dar-rusuli﴿ [an-nisā’:165] wa khotamahum bin-nabiyyil-ummiyyi al-`arobiyyi al-makkiyyi al-hādī li-audhoḥi as-subuli, arsalahu ilā jamī`i kholqihi minal-insi wal-jinni min laduni ba`tsatihi ilā qiyāmi as-sā`ati
kamā qōla ta`ālā: ﴾qul yā ayyuhān-nāsu innī rosūlullāhi ilaikum jamī`an alladzī lahu mulkus-samāwāti wal-ardhi lā ilāha illā huwa yuḥyī wa yumītu fa-āminū billāhi wa rosūlihi an-nabiyyil-ummiyyi alladzī yu’minu billāhi wa kalimātihi wattabi`ūhu la`allakum tahtadūn﴿ [al-a`rāf:158] wa qōla ta`ālā: ﴾li-undzirokum bihi wa man balagho﴿ [al-an`ām:19]
Dan segala puji bagi Allah yang telah mengutus para rasulNya
sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, agar manusia tidak memiliki alasan untuk membantah Allah setelah diutusnya para rasul. [An-Nisā’:165]
Dan Dia menutup para rasul dengan Nabi yang ummi, berbangsa Arab, berasal dari Makkah, yang menunjukkan kepada jalan-jalan yang paling jelas. Dia mengutusnya kepada seluruh makhlukNya, dari kalangan manusia dan jin, sejak diutusnya beliau hingga Hari Kiamat.
Sebagaimana Allah Ta`ala berfirman:
Katakanlah, “Wahai manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua, yaitu Allah yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Tidak ada tuhan yang benar kecuali Dia. Dia menghidupkan dan mematikan. Maka berimanlah kepada Allah dan RasulNya, Nabi yang ummi, yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimatNya. Ikutilah dia agar kalian mendapat petunjuk”. [Al-A`rāf:158]
Dan Allah Ta`ala berfirman:
Agar aku memperingatkan kalian dengannya dan orang-orang yang sampai kepadanya. [Al-An`ām:19]
fa-man balaghohu hādzā al-qur’ānu min `arobin wa `ajamin wa aswada wa aḥmaro wa insin wa jānnin fa-huwa nadzīrun lahu, wa lihādzā qōla ta`ālā: ﴾wa man yakfur bihi minal-aḥzābi fan-nāru mau`iduhu﴿ [hūd:17]
fa-man kafaro bil-qur’āni mimman dzakarnā fan-nāru mau`iduhu binashshi allāhi ta`ālā kamā qōla ta`ālā: ﴾fa-dzarnī wa man yukadzdzibu bihādzā al-ḥadītsi sanastadrijuhum min ḥaitsu lā ya`lamūna wa umlī lahum﴿ [al-qolam:44]
wa qōla rosūlullāhi ﷺ: «bu`itstu ilā al-aḥmari wal-aswadi» qōla mujāhidun ya`nī al-insa wal-jinna. fa-huwa sholawātullāhi wa salāmuhu `alaihi rosūlullāhi ilā jamī`i ats-tsaqolaini al-insi wal-jinni muballighon lahum `anillāhi ta`ālā mā auḥāhu ilaihi min hādzā al-kitābi al-`azīzi alladzī ﴾lā ya’tīhi al-bāthilu min baina yadaihi wa lā min kholfihi tanzīlun min ḥakīmin ḥamīd﴿ [fushshilat:42]
Maka siapa pun yang sampai kepadanya Al-Qur’ān ini, baik orang Arab maupun (`ajam) non-Arab, orang berkulit hitam maupun berkulit merah, manusia maupun jin, maka Al-Qur’ān itu merupakan pemberi peringatan baginya.
Oleh karena itu, Allah Ta`ala berfirman:
Dan barang siapa di antara golongan-golongan itu mengingkarinya, maka nerakalah tempat yang dijanjikan baginya. [Hūd:17].
Maka siapa pun yang telah kita sebutkan, jika ia mengingkari Al-Qur’ān, nerakalah tempat yang dijanjikan baginya, berdasarkan firman Allah Ta`ala yang tegas.
Sebagaimana Allah Ta`ala berfirman:
Maka biarkanlah Aku bersama orang yang mendustakan berita ini. Kelak akan Kami tarik mereka sedikit demi sedikit menuju kebinasaan dari arah yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. [Al-Qalam:44]
Rasulullah C bersabda:
Aku diutus kepada yang berkulit merah dan yang berkulit hitam.
Mujahid berkata, “Maksudnya adalah manusia dan jin.”Maka beliau —semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya— adalah utusan Allah kepada seluruh dua golongan makhluk (manusia dan jin), yang menyampaikan kepada mereka dari Allah Ta`ala apa yang diwahyukan kepada beliau dari Kitab yang mulia ini, yang
tidak didatangi kebathilan, baik dari depan maupun dari belakangnya. (Ia adalah) wahyu yang diturunkan dari Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. [Fushshilat:42]
وَقَالَ تَعَالَىٰ: ﴿كِتَابٌ أَنۡزَلۡنَاهُ إِلَيۡكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الۡأَلۡبَابِ﴾ [ص:٢٩]
وَقَالَ تَعَالَىٰ: ﴿أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الۡقُرۡآنَ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَا﴾ [مُحَمَّدٍ:٢٤].
wa qod a`lamahum fīhi `anillāhi ta`ālā annahu nadabahum ilā tafahhumihi faqōla ta`ālā: ﴾a-fa-lā yatadabbarūnal-qur’āna wa law kāna min `indi ghoirillāhi la-wajadū fīhi ikhtilāfan katsīrō﴿ [an-nisā’:82]
wa qōla ta`ālā: ﴾kitābun anzalnāhu ilaika mubārokun li-yaddabbarū āyātihi wa li-yatadzakkaro ulūl-albāb﴿ [shōd:29]
wa qōla ta`ālā: ﴾a-fa-lā yatadabbarūnal-qur’āna am `alā qulūbin aqfāluhā﴿ [muḥammad:24].
Dan sungguh, melalui Al-Qur’an itu beliau memberitahukan kepada mereka dari Allah Ta`ala bahwa Allah menganjurkan mereka untuk memahaminya secara mendalam.
Maka Allah Ta`ala berfirman:
Maka tidakkah mereka merenungkan Al-Qur’an? Sekiranya Al-Qur’an itu berasal dari selain Allah, niscaya mereka akan menemukan banyak pertentangan di dalamnya. [An-Nisā’:82]
Dan Allah Ta`ala berfirman:
Kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh berkah, agar mereka merenungkan ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. [Shād:29]
Dan Allah Ta`ala berfirman:
Maka tidakkah mereka merenungkan Al-Qur’an, ataukah hati mereka telah terkunci? [Muḥammad:24]
fal-wājibu `alal-`ulamā’i al-kasyfu `an ma`ānī kalāmillāhi wa-tafsīru dzālika, wa-tholabuhu min mazhōnnīhi, wa-ta`allumu dzālika wa-ta`līmuhu, kamā qōla ta`ālā: ﴾wa-idz akhodzallāhu mītsāqolladzīna ūtul-kitāba latubayyinunnahu lin-nāsi wa-lā taktumūnahu fanabadzūhu warō’a zhuhūrihim wasytarow bihī tsamanan qolīlan fabi’sa mā yasytarūn.﴿ [āli `imrōn:187]
wa-qōla ta`ālā: ﴾innal-ladzīna yasytarūna bi`ahdillāhi wa-aymānihim tsamanan qolīlan ulā’ika lā kholāqo lahum fil-ākhiroti wa-lā yukallimuhumullāhu wa-lā yanzhuru ilaihim yaumal-qiyāmati wa-lā yuzakkīhim wa-lahum `adzābun alīm.﴿ [āli `imrōn:77]
fadzammallāhu ta`ālā ahlal-kitābi qoblanā bi-i`rōdhihim `an kitābillāhil-munazzali ilaihim, wa-iqbālihim `alad-dunyā wa-jam`ihā, wasytighōlihim bighoiri mā umirū bihī min ittibā`i kitābillāh.
Maka, yang wajib atas para `ulama’ adalah menyingkap makna-makna firman Allah dan menafsirkannya, mencarinya dari sumber-sumbernya, mempelajarinya dan mengajarkannya, sebagaimana Allah Ta`ala berfirman:
Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari orang-orang yang telah diberi Kitāb, (yaitu), “Hendaklah kamu benar-benar menerangkannya kepada manusia dan janganlah kamu menyembunyikannya,” lalu mereka melemparkannya ke belakang punggung mereka dan menjualnya dengan harga yang murah. Maka, amat buruk jual beli yang mereka lakukan. [Āli `Imrān:187]
Dan Allah Ta`ala berfirman:Sesungguhnya orang-orang yang membeli janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan berbicara kepada mereka, tidak akan melihat mereka pada Hari Kiamat, tidak akan menyucikan mereka, dan bagi mereka `adzab yang pedih. [Āli `Imrān:77]
Maka Allah Ta`ala mencela Ahli Kitab sebelum kita karena mereka berpaling dari Kitab Allah yang diturunkan kepada mereka, mengarahkan perhatian kepada dunia dan mengumpulkannya, serta menyibukkan diri dengan selain apa yang diperintahkan kepada mereka, yaitu mengikuti Kitab Allah.
﴿أَلَمۡ يَأۡنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنۡ تَخۡشَعَ قُلُوبُهُمۡ لِذِكۡرِ اللّٰهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الۡحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الۡكِتَابَ مِنۡ قَبۡلُ فَطَالَ عَلَيۡهِمُ الۡأَمَدُ فَقَسَتۡ قُلُوبُهُمۡ وَكَثِيرٌ مِنۡهُمۡ فَاسِقُونَ ١٦ اِعۡلَمُوا أَنَّ اللّٰهَ يُحۡيِي الۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَا قَدۡ بَيَّنَّا لَكُمُ الۡآيَاتِ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ١٧﴾ [الحديد:١٦-١٧]
فَفِي ذِكۡرِهِ تَعَالَى لِهَذِهِ الۡآيَةِ بَعۡدَ الَّتِي قَبۡلَهَا تَنۡبِيهٌ عَلَى أَنَّهُ تَعَالَى كَمَا يُحۡيِي الۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَا كَذَٰلِكَ يُلَيِّنُ الۡقُلُوبَ بِالۡإِيمَانِ وَالۡهُدَى بَعۡدَ قَسۡوَتِهَا مِنَ الذُّنُوبِ وَالۡمَعَاصِي، وَاللّٰهُ الۡمُؤَمَّلُ الۡمَسۡئُولُ أَنۡ يَفۡعَلَ بِنَا هَذَا، إِنَّهُ جَوَادٌ كَرِيمٌ.
fa`alainā ayyuhal-muslimūna an nantahiya `ammā dzammahumullāhu ta`ālā bihī, wa-an na’tamiro bimā amaronā bihī min ta`allumi kitābillāhil-munazzali ilainā wa-ta`līmihī, wa-tafahhumihī, wa-tafhīmihī. qōla ta`ālā:
﴾alam ya’ni lilladzīna āmanū an takhsya`a qulūbuhum lidzikrillāhi wa-mā nazala minal-haqqi wa-lā yakūnū kalladzīna ūtul-kitāba min qoblu fathōla `alaihimul-amadu faqosat qulūbuhum wa-katsīrun minhum fāsiqūn. i`lamū annallāha yuḥyil-ardho ba`da mautihā qod bayyannā lakumul-āyāti la`allakum ta`qilūn.﴿ [al-ḥadīd:16–17]
fa-fī dzikrihī ta`ālā lihādzihil-āyati ba`dal-latī qoblahā tanbīhun `alā annahū ta`ālā kamā yuḥyil-ardho ba`da mautihā kadzālika yulayyinul-qulūba bil-īmāni wal-hudā ba`da qoswatihā minadz-dzunūbi wal-ma`āshī, wallāhul-mu’ammalul-mas’ūlu an yaf`ala binā hādzā, innahū jawādun karīm.
Maka, wahai kaum Muslimin, hendaklah kita berhenti dari hal yang Allah Ta`ala cela pada mereka, dan hendaklah kita melaksanakan apa yang Dia perintahkan kepada kita, yaitu mempelajari Kitab Allah yang diturunkan kepada kita, mengajarkannya, memahaminya, dan membuat orang lain memahaminya.
Allah Ta`ala berfirman:
Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk secara khusyuk mengingat Allah dan (mematuhi) kebenaran yang telah diturunkan (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang telah menerima Kitab sebelumnya, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka adalah orang-orang fasik.
Ketahuilah bahwa Allah menghidupkan bumi setelah matinya. Sungguh, telah Kami jelaskan kepadamu tanda-tanda (kebesaran Kami) agar kamu mengerti. [Al-Ḥadīd:16–17]
Penyebutan ayat ini oleh Allah Ta`ala setelah ayat sebelumnya merupakan peringatan bahwa sebagaimana Dia menghidupkan bumi setelah matinya, demikian pula Dia melembutkan hati dengan iman dan petunjuk setelah hati itu menjadi keras akibat dosa-dosa dan kemaksiatan.Allah-lah yang diharapkan dan dimohon agar melakukan hal ini kepada kita. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia.